Agen ICP Capsule herbal Agen resmi penjualan ICP Capsule ke seluruh wilayah Indonesia melalui transaksi secara Online

Makanan Junk food

Makanan Junk food

 Makanan Junk food

Hamburger merupakan salah satu jenis makanan Junk food

 

Makanan Junk food - Di zaman sekarang bukan hal yang asing lagi ketika kita mendengar istilah junk food ataupun fast food.Kedua jenis makanan ini sering kali disama artikan meski sebenarnya kedua jenis makanan ini jelas berbeda.Untuk megetahui perbedaan keduanya bisa dilihat di Perbedaan fast food dan Junk food).

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai junk food simak penjelasannya dibawah:

Pengertian Junk Food

Menurut data yang diambil dari situs resmi Wikipedia,Makanan rendah-gizi (bahasa Inggris:Junk food) adalah istilah yang mendeskripsikan makanan yang tidak sehat atau memiliki sedikit kandungan nutrisi. Makanan nirnutrisi mengandung jumlah lemak yang besar. Makanan cepat saji seperti hamburger, kentang goreng dari McDonald's, KFC dan Pizza Hut sering dianggap sebagai makanan nirnutrisi, sementara makanan yang sama seperti California Pizza Kitchen atau Nando's tidak dianggap, meskipun nutrisi yang dimilikinya hampir sama.

Bahaya Junk Food

Pengkonsumsian junk food secara berlebih bisa mengakibatkan muncul berbagai jenis penyakit.Hal itu tentu saja diakibatkan Junk food makanan yang sangat rendah nutrisi dan kandungan lemaknya yang tinggi.Namun tidak bisa dipungkuri saat ini Junk food menjadi makanan yang banyak difavoritkan sebagian besar orang karena rasanya yang lezat dan proses penyajiannya yang cepat.Junk food menjadi pilihan tepat untuk mereka yang telah menjalankan beragam rutinitas pekerjaan dalam memenuhi kebutuhan asupan makanannya.Jika dibandingkan meski memasak sendiri dengan kondisi tubuh yang telah begitu kelelahan tentu saja junk food solusinya.

Di kalangan remaja sendiri junk food menjadi salah satu menu makanan yang difavoritkan.Sebuah data pernah mengatakan bahwa Anak remaja saat ini cenderung menyukai makanan restaurant ( sebagian besar junk food ) dibanding makanan yang dimasak sendiri di rumah.Akibat dari kebiasaan remaja yang berlebihan dalam pengkonsumsian Junk food tidak hanya akan mengakibatkan resiko penyakit tertentu namun juga bisa menyebabkan gangguan pada metal remaja.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh  Andrew F. Smith, penulis buku “Fast Food dan Junk Food: An Encyclopedia of What We Love to Eat”.Beliau menyatakan bahwa "Junk food bisa meningkatkan resiko depresi di kalangan remaja,hal ini dikarenakan terjadinya perubahan hormon pada masa pubertas remaja membuatnya lebih rentan terhadap suasana hati dan perubahan perilaku".

Berikut beberapa dampak yang diakibatkan dari pengkonsumsian Junk food berlebihan:

1.Kelebihan berat badan (Obesitas)

Sebuah studi 2013 yang diterbitkan di JAMA Pediatrics menunjukkan bahwa banyak anak-anak dan remaja yang lebih memilih mengambil resiko mendapatkan kalori lebih dalam makanan cepat saji dan restoran daripada makanan yang disajikan di rumah. Menurut National Institutes of Health, beberapa makanan cepat saji secara keseluruhan hanya mengandung kalori dalam jumlah yang tinggi, di mana hal tersebut sangat berdampak pada kelebihan berat badan yang merupakan salah satu faktor peningkatan risiko untuk berbagai masalah kesehatan kronis.
Terlalu sering mengkonsumsi makanan cepat saji untuk menggantikan makanan bergizi dapat menyebabkan gizi buruk serta kesehatan yang buruk bagi kita.Permasalahan kesehatan yang mungkin diderita akibat obesitas diantaranya penyakit jantung koroner,diabetes,asma/sesak nafas dan penyakit lainnya.

2. Resiko penyakit diabetes

Junk food merupakan makanan yang sangat tinggi kalori dan lemak jenuh yang bisa memicu kelebihan berat badan (obesitas).Seseorang yang terkena diabetes sangat rentan terkena resistensi insulin yang merupakan salah satu faktor penyebab dari diabetes.Resistensi insulin ialah keadaan dimana jumlah insulin tidak mencukupi untuk melakukan proses pembakaran kadar gula darah dalam tubuh.
Junk food selain tinggi kandungan kalorinya juga sangat rendah serat sehingga mengkonsumsi junk food dalam porsi berlebihan dan dalam jangka waktu yang sering bisa menyababkan kenaikan kadar gula darah dalam waktu yang cukup singkat.Hal ini pula yang menyababkan junk food menjadi salah satu faktor pemicu diabetes.

3. Masalah pada sistem pencernaan

Bagi para pecandu junk food, mereka akan lebih beresiko mengalami gangguan pencernaan seperti penyakit gastroesophageal reflux (GERD) dan sindrom iritasi usus (IBS). Seperti yang kita ketahui bahwa junk food lebih banyak mengandung kalori daripada nilai nutrisi. Saat kita mengkonsumsi junk food yang digoreng, kandungan minyaknya akan tersimpan dalam dinding lapisan perut. Hal ini dapat meningkatkan produksi asam. Lalu rempah-rempah yang ada di dalamnya dapat mengiritasi lapisan lambung, sehingga dapat memperburuk resiko GERD dan gangguan pencernakan. Kurangnya serat dalam kandungan junk food dapat menghambat pencernaan, meningkatkan masalah seperti sembelit dan wasir.

4. Kelelahan dan kelemahan

Junk food merupakan makanan yang rendah nutrisi (rinutrisi),makanan jenis ini tidak memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti vitamin dan protein sehingga mengkonsumsi junk food hanya memberikan rasa kenyang namun tidak memberikan energi bagi tubuh.Sehingga orang yang sering mengkonsumsi junk food memiliki tingkat imun tubuh yang lemah,sangat renta terhadap penyakit dan sangat mudah mengalami kelelahan (tubuh yang lemah).Keadaan tubuh akan semakin melemah,menurunkan tingkat energi menuju tingkatan energi yang begitu lemah sehingga tubuh bisa mengalami kesulitan bahkan tidak dapat melakukan rutinitas sehari-hari jika dalam periode yang cukup lama yang diterima tubuh hanya berupa junk food.

5. Depresi

Akibat terlalu sering mengkonsumsi junk food, banyak perubahan hormonal terjadi, terutama pada kalangan remaja, yang membuat mereka rentan terhadap perubahan suasana hati dan perubahan perilaku. Karena mengkonsumsi junk food dapat menyebabkan kekurangan nutrisi penting dalam tubuh, yang meningkatkan kemungkinan para remaja menderita depresi hingga 58%. Diet yang sehat akan sangat berperan penting dalam menjaga keseimbangan hormonal.
Selain itu. kandungan dalam makanan cepat saji seperti garam, daging olahan, nitrat, dan MSG dapat memicu terjadinya sakit kepala. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Gizi Kesehatan Masyarakat menunjukkan bahwa makan makanan yang dipanggang seperti donat, croissant, kue dan makanan cepat saji seperti pizza, hamburger, hot dog kemungkinan memiliki hubungan dengan depresi. Orang yang makan makanan cepat saji adalah 51 persen lebih mungkin mengembangkan depresi dibandingkan mereka yang makan sedikit atau tidak ada makanan cepat saji.

6. Fluktuasi kadar gula dalam darah

Mengkonsumsi junk food yang tidak mengandung kadar gula yang tinggi dapat membuat metabolisme dalam tubuh mengalami stress. Gula menyebabkan pankreas mengeluarkan jumlah insulin yang lebih banyak untuk mencegah lonjakan drastis kadar gula dalam darah. Karena junk food tidak memiliki kandungan karbohidrat dan protein yang cukup, jangan heran jika kadar gula dalam darah menurun secara tiba-tiba setelah kita mengkonsumsi junk food. Hal ini membuat kita gampang emosi dan timbul keinginan untuk mengkonsumsi  junk food dalam porsi berlebih.

7. Mempengaruhi fungsi otak

Dalam sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Brain, Behavior, and Immunity menunjukkan bahwa satu minggu makan junk food sudah cukup untuk memicu gangguan memori pada tikus. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lemak jahat (lemak trans) dari junk food cenderung menggantikan lemak sehat di otak dan mengganggu mekanisme sinyal normal dalam otak. Studi pada hewan juga menunjukkan bahwa lemak dari junk food memperlambat kemampuan untuk belajar keterampilan baru.
Kebiasaan mengkonsumsi junk food saat usia masih kanak-kanak juga sangat mempengaruhi fungsi dari otak sang anak .Sebuah hasil penelitian dari University of Adelaide menunjukkan bahwa pola makan yang sarat junk food di usia kecil, akan membuat IQ anak lebih rendah dua poin dari anak yang tak banyak makan junk food saat masih kecil.
Walaupun perbedaan IQ-nya tak begitu kentara, studi ini membuktikan bahwa pola makan anak berusia 6 sampai 24 bulan memberikan efek yang kecil namun signifikan terhadap IQ saat usianya mencapai 8 tahun. Oleh karena itu penting bagi orang tua untuk mempertimbangkan dampak jangka panjang makanan yang diberikan pada anak.

8. Peningkatan resiko penyakit jantung

Junk food banyak mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang secara langsung mengakibatkan meningkatkan kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah,meningkatnya LDL dan trigliserida menjadi salah satu faktor pembentukan plak-plak pada dinding jantung yang menjadi awal dari penyakit jantung.

9. Peningkatan resiko gangguan ginjal

Kandungan garam halus pada junk food mampu meningkatkan air liur dan sekresi enzim,akibatnya terjadilah proses kecandunan akan makanan ini.Kecanduan makanan jenis ini sangat membahayakan bagi tubuh karena selain mengandung garam halus makanan asinan jenis ini juga mengandung lemak jahat dan natrium yang tinggi (dari garam) yang mampu mengganggu keseimbangan sodium-potasium tubuh yang berdampak pada penyakit hipertensi. Hal ini juga dapat mengganggu fungsi ginjal sebagai penyaring semua racun dari darah.

10. Merusak hati

Mengkonsumsi junk food selama periode waktu tertentu dapat memiliki efek yang merugikan pada organ hati, hal ini serupa dengan efek yang ditimbulkan pada seorang pecandu alkohol. Sebuah studi menunjukkan bahwa seseorang yang lebih sering mengkonsumsi junk food dan menjauhi olahraga memiliki perubahan enzim hati dalam waktu empat minggu. Perubahan ini serupa dengan yang diamati pada orang dengan penyalahgunaan alkohol. Menurut beberapa penelitian, hal itu dikarenakan terjadinya pengendapan lemak trans yang ditemukan dalam sejumlah junk food di organ hati sehingga menyebabkan disfungsi pada organ tersebut.

11. Peningkatan resiko kanker

Kurangnya serat adalah alasan utama mengapa konsumsi junk food sangat terkait dengan peningkatan risiko kanker pada sistem pencernaan. Sebuah studi yang diterbitkan dalam European Journal of Cancer Prevention mengungkapkan bahwa terlalu banyak mengkonsumsi makanan cepat saji yang tinggi gula dan lemak dapat meningkatkan peluang terkenanya kanker kolorektal. Studi lain dari Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle menunjukkan bahwa pria yang makan makanan yang digoreng lebih dari dua kali dalam sebulan telah menunjukkan peningkatan resiko kanker prostat.

12. Masalah pada kulit dan tulang

Mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula seperti junk food, dapat menyebabkan bakteri yang berada di mulut menghasilkan asam yang dapat mengakibatkan kerusakan pada gigi serta menghancurkan enamel gigi, yang merupakan faktor terjadinya gigi berlubang. Ketika enamel gigi Anda hilang, tidak bisa diganti. Selain itu kandungan natrium yang berlebih dalam junk food juga dapat meningkatkan resiko terkena osteoporosis (tulang rapuh).

Jenis Makanan Junk food

Megetahui betapa bahayanya junk food bagi kesehatan maka perlu kita ketahui mengenai apa saja makanan yang termasuk pada daftar makanan junk food.Sebagian besar jenis makanan junk food berupa makanan cepat saji yang disediakan Restaurant ternama.Makanan ini bisa ditandai dengan kandungan lemaknya yang tinggi.Namun ternyata ada beberapa jenis makanan yang juga termasuk junk food meski tidak mengandung jumlah lemak yang begitu tinggi.

Berikut beberapa jenis makanan yang termasuk dalam kategori junk food yang meski dikurangi pengkonsumsiannya:
  1. Gorengan
  2. Makanan kalengan (seperti buah kalengan)
  3. Asinan ( Makanan dengan kandungan garam berlebih )
  4. Makanan daging yang diproses (ham, sosis, dan sebagainya)
  5. Makanan dari daging berlemak dan jeroan
  6. Mie instan
  7. Makanan yang dibakar atau dipanggang
  8. Keju olahan
  9. Makanan manisan kering
  10. Makanan manis beku
Demikian informasi yang bisa disampaikan mengenai makanan junk food,semoga bermamfaat.Perlu diingat untuk mengurangi pengkonsumsian Junk food sebagai langkah mencegah terkena resiko penyakit yang diakibatkan Junk food.


Makanan Junk food Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Sani Supita

0 komentar:

Poskan Komentar